Percetakan Arifin Offset

[Self Publishing] Percetakan Suka Seenaknya Menetapkan Harga?

Posted on: 20 Maret 2009

Beberapa minggu belakangan ini, saaya merasa seperti kembali ke masa silam, saat-saat saya masih menjadi pengurus pers mahasiswa. Saat itu, saya sering banget berurusan dengan percetakan. Bahkan setelah lulus kuliah, saya sempat bekerja di sebuah percetakan, sebagai staf setting/layout.

Setelah bekerja di Jakarta, boleh dibilang saya nyaris tak pernah lagi berhubungan dengan percetakan. Namun setelah menggeluti dunia self publishing, khususnya ketika saya menerbitkan buku MBIG, mau tidak mau saya harus berurusan lagi dengan yang satu ini.

Fakta menyedihkan yang saya temukan di dunia percetakan adalah: Begitu banyak pebisnis di bidang ini yang seenaknya menetapkan harga.

Wah, bagaimana bisa?

Baiklah, akan saya ceritakan pengalaman saya.

Tahun 2006 lalu, saya juga sempat berniat sebuah menerbitkan buku secara self publishing, tapi tak jadi karena tak ada modal. Namun saya sempat melakukan survey harga percetakan.

Dari semua sumber yang berhasil saya kumpulkan, ketahuan bahwa harga cetak buku tersebut berkisar antara Rp 3.000 hingga Rp 4.000. Nah… tiba-tiba ada percetakan yang menawarkan harga Rp 11.000.

Wah, apa enggak salah, tuh?

Saya sampaikan keheranan saya pada mereka. Saya bilang, “spesifikasi barang yang saya minta kan sudah disebutkan dengan jelas. Apa masih ada yang kurang jelas?”

“O… mungkin masih ada kesalahpahaman, Pak,” ujarnya. “Bagaimana jika kita ketemu besok, untuk meng-clear-kannya.”

“Boleh.”

Tapi hingga hari ini, dia belum pernah menemui saya lagi.

* * *

Beberapa bulan lalu, seorang penulis asal Depok (teman teh Pipiet Senja) juga menerbitkan buku secara self publishing. Saya kaget ketika diberitahu, “Oleh percetakan, dia dikenakan harga Rp 18.000 per eksemplar.”

Wuih!!! Jauh amat! Padahal perkiraan saya, paling harga aslinya hanya sekitar Rp 4.000 atau Rp 5.000.

* * *

Sahabat saya Dani Ardiansyah pun akhirnya merasa “tertipu”  ketika menerbitkan novelnya, Aurora. Ia membayar Rp 6.000 per eksemplar ke percetakan. Padahal harga aslinya mungkin hanya sekitar Rp 3.000.

* * *

Dan pengalaman saya terkini:

Baru-baru ini saya survey harga percetakan lagi, untuk menerbitkan sebuah buku. Tahukah Anda, berapa harga yang ditawarkan oleh para percetakan itu, untuk produk yang spesifikasinya sama? Inilah variasinya:

– Rp 20.000
– Rp 11.000
– Rp 9.000
– Rp 7.000
– Rp 6.000
– Rp 5.000
– Rp 4.500

Coba lihat, betapa jauhnya rentang harga antara satu percetakan dengan percetakan lain! Ini merupakan suatu hal yang benar-benar aneh, bukan?

Bahkan, seorang teman saya, teman yang sudah sangat dekat dengan saya, selama ini kami sudah sangat sering menjalin kerjasama bisnis, intinya kami sudah CS banget, eh… dia menawarkan harga Rp 9.000!

Padahal menurut seorang rekan saya yang bekerja di sebuah media cetak, biaya cetak buku saya paling hanya sekitar Rp 4.000!

* * *

Berapa sih, sebenarnya biaya cetak sebuah buku?

Menurut info yang saya dapatkan dari berbagai sumber, rata-rata biaya cetak buku adalah sekitar 1/5 atau 1/6 dari harga jualnya. Jadi jika misalnya harga jual sebuah buku adalah Rp 30.000, maka biaya cetaknya sekitar Rp 4.000 hingga Rp 6.000.

Tapi ini bukan rumus pasti sebenarnya. Sebab harga buku pun ternyata sangat variatif. Saya pernah survey ke toko buku, dan terkejut melihat fakta itu. Untuk buku-buku yang spesifikasinya lebih kurang sama, harga jualnya ternyata sangat variatif: Mulai dari Rp 29.000 hingga Rp 54.000!

Hm… ternyata banyak faktor yang menentukan harga jual sebuah buku, bukan hanya biaya cetak!

Jadi, ketika Anda melihat sebuah buku yang harganya Rp 60.000, jangan lantas berpikir bahwa biaya cetaknya sekitar Rp 10.000 atau Rp 12.000. Bisa saja harga aslinya hanya sekitar Rp 4.000! Buku itu jadi mahal harganya, mungkin karena penulisnya terkenal, atau karena faktor-faktor lain.

* * *

Baru-baru ini, seorang teman saya menceritakan sebuah fakta lain yang membuat saya makin bingung: Biaya cetak sebuah buku bukan 1/5 atau 1/6 dari harga jual, melainkan 1/10.

Nah, lho??? Mana yang benar, coba?

Terlepas manapun yang benar, yang penting kita jangan mudah terkecoh oleh harga yang ditawarkan oleh percetakan. Percayalah bahwa mereka itu hobi banget mempermainkan harga. Ini bukan gosip atau fitnah semata. Tapi saya sudah beberapa kali membuktikannya.

Wassalam,

Jonru

Sumber : http://www.jonru.net/self-publishing-percetakan-suka-seenaknya-menetapkan-harga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Alamat Kami: Jl. Lingkar RingRoad 47 Rawa Buaya Jakarta 11740 Telp. 021 582881 atau Marketing Budisapto 081619220879

Maret 2009
S S R K J S M
     
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Tulisan Lawas

Kategori

Blog Stats

  • 14,093 hits

Flickr Photos

Iceland

Fog Over Polychrome

Frosty fence

Lebih Banyak Foto
%d blogger menyukai ini: